Skip to main content

Tak Tahu Arah




Judul: Tak Tahu Arah
Penulis : Loen


Terlena karena Hati membara 
kiat membakar siap menyala
Rasakan setiap detik dalam hati 
yang kini tak tahu arah . 

Disana merenung akan perasaan yang begitu kosong 
seorang yang telah lama menunggu hingga tujuanya tercapai 
tapi lagi lagi dia harus menunggu di sudut sudut sepinya malam. 

Biarlah tertusuk sepi 
yang tak tahu arah untuk pulang 
biarlah dia merenung untuk mengenal siapa dirinya
biarlah realita yang akan menjadi saksi arah tujuan.


Comments

Popular posts from this blog

Terutusuk Rindu Di Balut Doa

Title : Tertusuk Rindu Di Balut Doa Writer : LOEN Untuk Mu yang sedang membaca  Di kala sepi dalam merindu  Ku sampaikan kata - kata ku ini dalam bait bait puisi berupa diksi Hatiku Dilanda Rindu yang tak seorang pun tahu  kecuali aku dan tuhan ku  Ku Berharap engkau mengisi ke kosongan ku Di kala sepi datanglah sebagai cahaya  dekap lah aku dalam doa mu  agar kelak kita di pertemukan walau hanya sebatas mimpi ditaman di syurga.

Sajak Doa Ku

Title : Sajak Doa Ku Writer : Rifki Amalun Sajak Doa Ku  Ya Rabb aku rindu padanya ,  di waktu waktu sepi aku meminta pada mu agar  kau cabut nyawaku dalam keadaan bersih Tapi apa pantas diriku yang penuh dosa bisa bertemu dengan kekasih mu ? Ya Rabb , Hamba malu dan tertawa pada diri hamba sendiri  Tangan ini , Kaki ini , bahkan mata ini dan seluruh Anggota tubuh ini  Terus melalukan dosa terhadap mu .  Sungguh aku orang yang dzolim  ya tuhan tolong ampuni lah aku dan izinkan hamba bertemu pada Nur Ahmad  dan memuji nama mu tolong ridhoi aku agar tidak cinta pada dunia ini.

Siasat Sajak Ku

Writer : Rifki Loen Title : Siasat Sajak Ku Ku persiapkan diri ini untuk menunggu mu , Ku nantikan malam ini untuk kasih ku , Ku sambut engkau di dalam sudut sudut sepi Ku jamu engkau dengan segenap rindu , Lalu ku siasati kamu dengan sajak ku, Jangan harap kamu bisa lepas ketika ku lemparkan sajak ini ke lubuk hati mu terdalam dengan kenangan kenangan manis dan pahit yang kita lalui bersama. Oh ku aku rasa percuma aku menyambut mu di pintu pintu rindu karena engkau sudah melupa akan kenangan kita karena kamu sudah berbahagia pada taman taman bunga mu  rasanya aku percuma menunggu mu dan melempar sajak ku pada mu Biarlah aku tertusuk oleh sepi dan rindu dan menjadi rahasia itu sendiri Oh biarlah aku menjadi rahasia yang nyaring di dalam sepi.